Aku berusaha mengenangmu
membayangkan wajahmu
merasakan hangat dekapanmu
kecupan mesra dikeningku
arghhh ada apa denganku???
Ingatanku tak mampu
menerima hal tentangmu
tak ada lagi yang tersisa darimu
satu-satunya yang kutahu
bahwa aku pernah begitu mencintaimu
Wangi 11 bulan silam
Wangi yang damaikan hati
Wangi penyejuk jiwa
Wangi raga kita
Wangi pagi, wangi siang juga wangi malam.
Hmm, jadi teringat dengan 11 bulan yang sudah lalu, saat kita bersama menyambut hari, menjalani hari, dan mengakhiri hari. Waktu terhenti saat itu saja dan ketika waktu kembali diputarannya, semua berubah menjadi mimpi buruk. Tak ada lagi sapa, tak ada lagi rindu yang yang kerap menggeliat di jantungku setiap teringat dirimu. Hilang sudah janji, hilang sudah cinta yang bersemu merah dan berganti lebam biru disekujur hati.
Yahh penggalan masa lalu kini hanya kenangan tersisa dan sebentar lagi akan terlupa.
Aku terlena
Terlena bujukmu
Aku terpesona
Terpesona rautmu
Aku terhanyut
Hanyut dalam deras rayumu
Aku takut
Takut kelak rupamu tak lagi kutemu
Tenanglah sayangku
Hatiku takkan berubah
Meski raga kan berpisah,
Katamu!
Bagiku tak ada arti
Hanya menyusutkan rasa
Cinta masihkah bermakna
Sedang raga tak termiliki
Disini, aku tetap berkeras untuk bertahan.
Namun dingin malam mencengkeram erat ditubuh mungil.
Sekali lagi aku tak tergerak, tetap kekeuh pada pendirian.
Namun malam kian larut membuat badanku semakin menggigil.
Aku masih tak mau meliriknya, tetap pada keangkuhan.
Namun ragaku mulai membeku kaku dan mengerang kesakitan.
Akhirnya aku menyerah dengan ketidak berdayaan.
Segera mungkin kumeringkuk dibalik selimut diujung dipan
yang sebentar lagi mebuatku menjadi suam.
Sudah, cukup segini saja
aku tak ingin kehabisan cinta
pergilah, aku berhenti disini
biar waktu yang kan membawaku pergi
Aku mencari waktu
Yang terlewati denganmu
Aku mencari waktu
Yang terbuang bersamamu
Aku mencari waktu
Yang dipenuhi kebohongan
Aku mencari waktu
Yang perlahan terlupa olehmu
Aku mencari waktu
Yang membuatku kembali merindu
Aku mencari waktu
Yang sedikit buatku terpuruk
Aku mencari waktu
Yang akan segera terlupa
Aku mencari waktu
Yang membuatmu jadi pecundang
aku bercinta denganmu
bercinta dengan perih
bercinta dengan ilusi
cinta telah terjamah
terjamah ego diri
terjamah angkuh
cinta kini terbuai
terbuai keindahan
terbuai gairah
cinta telah hilang
hilang rasa
hilang makna
Ketika cinta sengaja menyapa
Aku hanya menyematkannya dipinggiran hati
Mungkin kelak tak akan pernah ada celah
Tuk lagi merasa kecewa
Sebab yang kumiliki hanya tinggal naluri
dan cinta itu semakin tak terasa olehku
Aku menenggak secawan cinta teramat manis
Yang terasa semakin pahit pada ampas terakhir
Aku menikmati cinta dalam gairah sesaat yang menyesatkan
Hingga penyesalan kembali terkuak
Kala jiwa tersadar aroma kepalsuan
Dan cinta itu terbawa sepoian sang bayu
sepertinya aku harus musnahkan keping cinta tersisa
agar perih tak semakin terasa
sepertinya semua harus kulupakan
ataukah dia saja yang melupakan
sepertinya aku harus mulai memaknai hadirmu
agar cintaku tak semakin kacau
sepertinya pesonamu kian melekat
membuatku semakin terjerat
Sampai disini kita berpisah
Tujuan tak lagi searah
Hanya menjumpai letih
Lama lama jadi perih
Dan sebentar lagi bertambah parah
Sampai disini kita berpisah
Jiwa tak akan pernah luluh
Asa itu telah patah
Hilang sudah kasih
Bersama hati yang marah
Sampai disini kita berpisah
Biarkan raga melangkah
Jangan meratap sedih
Sebab ini hanya kisah
Mungkin kelak kau lumuri darah
Katanya aku seperti bintang,
Meski didalam gelap
Akan tetap bersinar
Katanya aku seperti bintang,
Meski cahayaku meredup
Akan tetap berkilau
Katanya aku seperti bintang,
Meski sejauh manapun diriku
Kamu pasti datang mencari sinarku
merlin,4feb08
inmywork
Garis mulai terlihat
Pada batas yang terbuat
Hanya sebatas pengisi luang
Lalu terbuang
Dan menghilang
Tingkahpun tetap dilaku
Lama tak ada tanya
Walau sekedar pengingat diri
Tampat diri berlindung
Semua tak berguna
Kita tetap saja disini berada
Dengan kesadaran yang mencandu
me'jan08
Kini kau ada
Direlungnya hati
Dan kerap hadir
Dipenatnya jiwa
Sederhana & norak
Namun sempurna
Hal biasa dipaksakan bisa
Akhirnya luruh dan mencinta
me'08
ketika angkuh harus teredam
untuk sesaat
sesak terasa
dekapanmu hangat kan raga
membuat rinduku terbuai
kuharus matikan rasa
dan hentikan semua
demi keangkuhan
me'
lakumu terlihat kaku
ketika aku bertanya tentang dirinya
senyummu tersipu
ketika aku sebut dirinya
aku bingung
hidupmu terlalu berwarna
aku takut
kau mulai melukis hidupku
mei,jan08
ketika malam tak pernah usai
ketika hari tak lagi terganti
ketika cinta hadir silih berganti
ketika cinta menemui ujung
ketika rasa terasa pahit
ketika hidup hancurkan asa
ketika pelukan tak lagi hangat
ketika diri merasa terbuang
ketika diri merasa terlupakan
ketika diri merasa tak terbutuhkan
ketika diri menangis sendiri
Nuri itu milikmu kawan
Kesejukan angin
Buatnya terlena
Aku jatuh cinta padanya
Pernah ada dia di sangkarmu
Kini hinggap diranting rapuhku
Dan semakin luruh di buaian angin
merlin, januari08
yang sekarang terjalin apa bisa disebut cinta
sementara hati kerap melupakan
lalu semua ini bermakna apa
sementara diri memberi jalan
laku yang terlihat bisakah menyamarkan nyata
gelak canda tawa bisakah menambal kegalauan hati
kepedihan jiwa bisakah memudar hilang oleh kehadiran yang lain
Mengapa kau tak jua sadar
Isyarat diri saat bersama
Bisakah raba hatiku
Perih kala kau bersama diri yang lain
Kau berkeluh padaku
Pun saat bahagia
Kau bagi denganku
Senyum yang tersipu
Tawa yang tergelak
Hanya cadar dari rasa yang tersamar