Bercapek-capek dahulu, capek sekali kemudian

Akhirnya bisa istirahat juga setelah kemarin2 disibukkan dengan acara 17an, mulei dari ngurusin anak2 paskibraka, trus ngikutin Big Event se-Sulawesi, lanjut lagi Defile, ngurus jadwal lomba, trus mesti ngikutin beberapa lomba juga, parahnya lagi harus ikut gerak jalan, ini yang kedua kalinya, pertama pas masih SMP, yah mau gimana lagi, harus mau dan rela berpanas-panasan, jalan kaki pake haikhils dengan seragam ala pramugari plus dandan menor kayak mau kondangan, demi berpartisipasi dan menghormati bangsa Indonesia yang sudah semakin tua. Dan kegiatan berakhir di malam ramah tamah, pas pengumuman hasil lomba nih yah ternyata cuma 1 piala yang didapat, itupun lomba nyanyi dangdut, pastinya bukan sayalah yang nyanyi. Oiaa, setelah 7 tahun akhirnya bisa ngerasain upacara bendera lagi.

Ehh tadi gak masuk kantor, telat bangun secara capek banget, seluruh badan serasa abis digebukin orang sekampung, bayangin aja dari tanggal 29 Juli - 17 Agustus tiap hari dari jam 8 pagi - 6 sore, sibuk ini itu. Moga2 kadis maklum deh, janji besok pasti masuk kantor kok..peace pak..hehehe

Washbrain

Karena akhirnya aku sadari ada sesuatu yang tidak bisa kudapatkan meski telah kehilangan banyak. Tidak ada yang perlu kurisaukan. "Harus hidup dengan baik, harus hidup sampai kau mampu untuk menyelesaikan masalah"
Yah aku akan hidup dengan baik, dimanapun dan apapun yang kulakukan, aku akan hidup dengan tabah.

SOON

Pernikahan ini untuk engkau belahan jiwaku, yang telah bersedia menjadi bagian dari hidupku, menjadi bagian dari nafasku. Aku ucapkan rasa syukur tiada henti pada-NYA atas engkau yang telah hadir menemani hidupku dalam suka maupun duka. Cintailah aku selamanya dengan keikhlasan dalam membangun rumah tangga bersamaku yang sakinah, mawaddah, warahmah.

I love u mamah...

Selamat Ulang Tahun buat mama tercinta. Terima kasih atas semua kasih sayang yang tak henti mama beri untukku. Maafkan kalau saya masih sering membebanimu, menyusahkanmu bahkan menyakiti hatimu. Sampai saat ini saya belum bisa memberikan apapun untuk mama, belum bisa membalas kebaikan mama juga belum bisa menebus waktu dan tenaga yang telah mama beri untukku selama ini. Saat ini mungkin hanya doa ini yang bisa saya panjatkan untuk mama kepada Allah SWT.
Ya Allah,,
Jadikanlah tiap tetes air susu mama yang telah kami minum, sebagai peninggi derajat mama di sisi-MU.
Jadikanlah tiap tetes keringat yang mama curahkan demi mengurus kami, sebagai hijab yang akan menghalangi api neraka menyentuh kulitnya.
Jadikanlah tiap tetes air mata yang mama cucurkan demi mengkhawatirkan kami, sebagai pelipat ganda pahala dan amal-amal kebaikannya.
Jadikanlah setiap lantunan do’a yang mama panjatkan untuk kebahagiaan kami, sebagai penghapus segala dosa-dosa dan kesalahan mama.
Jadikanlah setiap rasa letih mama semasa mengurus kami, sebagai pembuka pintu-pintu surga.
Jadikanlah setiap rasa kantuk yang mama tahan demi menjaga kami dikala sakit, sebagai pengunci pintu-pintu neraka.
Jadikanlah setiap rasa sakit yang mama derita saat mengandung kami, sebagai peringan bebannya saat di padang mahsyar nanti.
Jadikanlah Ya Allah, setiap erangan kesakitan mama sewaktu melahirkan kami, sebagai kendaraan secepat kedipan mata
yang akan mama tumpangi saat melintasi Shirattal Mustaqim menuju Surga-MU kelak.
Ya Allah Pelindung seluruh makhluk, dalam kesedihan dan kelemahan yang kini kurasakan, dalam ketidakberdayaan yang kini meliputi diriku, dalam dosa-dosa yang memenuhi punggungku, kuadukan keperluanku ini dalam harap dan cemasku semoga Engkau kabulkan permohonanku.
Bismillahirrahmanirrahim
Rabbighfirli Waliwalidaya Warkhamhuma kamaa Rabbayani Saghira.
Rabbighfirli Waliwalidaya Warkhamhuma kamaa Rabbayani Saghira.
Rabbighfirli Waliwalidaya Warkhamhuma kamaa Rabbayani Saghira.
Wassalallahu ala Muhammad wa ala ali Muhammad, walhamdulillahi rabbil alamin.